Kamis, 17 Maret 2005

Hello Gang Dolly,,!!!

Akhirnya,
pemandangan yang selama ini cuma bisa gue lihat
di majalah, film, atau sekedar fantasi gue doang,
tersaji denganjelas di kanan kiri jalan.

Di jalan yang cuma bisa dilewati satu mobil,
penuh sesak dengan laki-laki seperti preman,
dan dihiasi lampu kelap-kelip itu lah,
perempuan-perempuan bergincu tebal itumenjajakan tubuhnya.

Persis seperti ikan mas koki dalam aquarium,
siapapun bisa melihat mereka dengan jelas.
Rasa malu, tegang, berharap dan takuttampak jelas di wajah mereka.
Memilihnya pun persis seperti memilih ikan.
Tinggal tunjuk!Beberapa memberikan kesan ABG.Cuek, cool, seru dan cihuy.
Beberapa memberikan kesan gadis desa sejati.
Imut-imut, sederhana, malu-malu.
Beberapa memberikan kesan perempuan terpelajar.
Mengenakan jas, celana panjang dan rambut disanggul.

Tapi apa yang ada dibalik itu semuajelas tidak ada yang peduli.
Karena hanya tubuh mereka dan liang vaginayang diperlukan di sini.
Bagaimana kalau tiba-tiba 'klien' mereka adalah seorang sado masochist
yang senang memukul sebelum bersenggama?
Menolak, bisa jadi tidak makan siang keesokan harinya.
Atau diusir.
Sementara tidak ada yang mau menerima mereka lagi.
Atau malah dikurung di dalam kamar mandi?
Bisa jadi dipukul oleh germo mereka sendiri.

Di Doli, Surabaya, segala hal dilakukanuntuk kenikmatan sesaat.
Dan untuk itu semua, sebuah masa depandibunuh pelan-pelan.
Mengapa semua yang selama ini hanya ada di
rubrik Oh Mama Oh Papa, acara SERGAP,BUSER,
dan berita-berita yang memenuhi Pos Kotakelihatan semakin dekat dengan gue?
Minyak wangi murahan dan remasonmengantar gue meninggalkan gang itu.

Gue ngerasa bersalah.
Karena buat gue, mereka adalah obyek wisata.
Sekedar pemenuhan rasa ingin tahu gue.
Sementara untuk mereka,
setiap laki-laki yang lewat adalah harapanuntuk menyambung hidup.

Sepanjang jalan,setiap kali mereka melihat temen cowok gue dengan tatapan penuh harap,
setiap kali itu jugadada gue perih.
Beberapa petak kemudian,
tampak orang berjualan melati, mawar, kamboja.
Di atas kamboja ada melati.Di alas melati ada mawar.
Semua di atas piring anyamanberalas daun pisang.

Tangan mengangkat setinggi-tingginya,S
ebelum akhirnya menunduk serendah-rendahnya.
Sejajar bumi.
Untuk semua yang sudah ditelan bumi,tapi masih di atasnya.

Love u ^_^ ima ^_^

Tidak ada komentar: